Berawal dari Promil alami
Hai para Bunda, saya mau berbagi pengalaman saya untuk mendapatkan buah hati. Berbagai cara sudah kami coba, sampe mengecek ke dokter apakah keadaan reproduksi saya dan suami sehat - sehat saja. Pada saat itu usia saya 36th dan usia suami 35th.
Saya sudah mendatangi beberapa klinik disurabaya 2 diantaranya klinik khusus kesuburan dan 2 lainnya klinik bersalin biasa.
Pada awal pemeriksaan saat itu disekitar bulan April 2017 saya dan suami memeriksakan diri disalah satu klinik kesuburan disurabaya (Klinik "A").
Diklinik tersebut saya sudah 4x konsultasi dengan memilih dokter yang cukup terkenal disby untuk program Bayi Tabung. Namun sayang, saya dan suami merasa tidak puas untuk pelayanan fertilitas disana. Karena setiap hasil dari pengecekan kami tidak pernah mendapatkan hardcopy nya. Semua dipegang oleh RS. Memang pada saat awal pendaftaran hal tersebut sudah dijelaskan didalam form, tp setelah 4x pemeriksaan saya dan suami merasa tidak nyaman dan tidak puas.
Dipemeriksaan saya dan suami ditanya akan melakukan program apa, saya dan suami sepakat ingin melakukan program secara alami. Karena pernikahan kami juga baru berjalan 1th.
Dan akhirnya dokter menyarankan kami untuk melakukan pemeriksaan analisa sperma untuk suami dan pemeriksaan USG Transvaginal untuk istri. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keadaan kesuburan kami masing-masing, apakah ada kendala atau tidak.
Dan ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, hasil dari analisa sperma suami waktu itu didiagnosa oligoastenospermia (jumlah sperma yang sedikit dan pergerakannya lemah). Sedangkan untuk hasil pemeriksaan saya normal semua untuk keadaan rahim.
Oleh dokter suami dikasih vitamin untuk perbaikan spermanya. Begitu pula dengan saya dikasih obat minum untuk menstimulasi pembentukan telur dan juga diberikan jadwal untuk berhubungan. Sampe 3x kontrol tiap bulan suami disuruh cek sperma, tp perkembangan yg terjadi tidak significan. Suami masih mengalami gangguan, kami tidak puas karena saya dan suami tidak pernah bisa melihat hasil cek lab secara langsung (hanya info dari dokter) sedangkan kamipun penasaran untuk setiap detil hasil lab tersebut.
Setelah melalui beberapa kali konsultasi dan selalu mendapatkan resep vitamin buat suami dan saya yang tidak murah juga harganya setiap bulannya dan belum juga hamil. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak kembali lagi ke klinik tsb. Krn suami sudah bosan minum vitamin terus, tapi tidak dapat mengetahui hasilnya. Dan akhirnya perjuangan kami untuk mendapatkan buah hati berhenti ditahun 2017. Dan kami sepakat akan istirahat dulu.
Sampe ketemu diartikel berikutnya bunda, dan tetap semangat berjuang untuk mendapatkan buah hati.
Comments
Post a Comment